Jarambah

Jarambah adalah blog dokumentasi jalan-jalan. Blog ini -seperti juga blog-blog riftom.com lainnya- berawal dari kegemaran Mbah Vicong yang suka menuliskan tentang suatu tempat dan hal-hal yang dilaluinya. Maklumlah karena beliau ini dulu seorang nomaden menahun, 😀 jadi pasti sering merambah dan singgah di banyak tempat.

Logo Jarambah riftom.com

Selain seorang nomaden, Mbah Vicong juga orangnya agak unik. Yang menjadi favoritnya itu adalah berkunjung ke lokasi bersejarah maupun berpetualang ke suatu tempat yang belum banyak dikenal orang. Dan ini menjelaskan kenapa dulu beliau sering menunjukkan artikel-artikel dari beberapa travel blog yang keren menurut beliau, yang mana membahas suatu tempat di antah-berantah.

Dan yang paling menarik, beliau ini sangat suka mengumpulkan informasi atau latar belakang sejarah baik yang umum maupun yang “terselubung” mengenai tempat tersebut. Selain itu, -seperti halnya saya- Mbah Vicong juga suka memotret ketika berkunjung ke suatu tempat. Jadi, saya kira sudah cocoklah kalau mau membuat semacam film dokumenter atau ya minimal bisa dijadikan tour guide tempat wisata non-mainstream. 😆

Karena itu, saya berinisiatif untuk mengumpulkan artikel-artikel dokumentasi jalan-jalan beliau ke dalam satu blog tersendiri yaitu Jarambah ini. Sementara ini, blog Jarambah hanya menggunakan theme dari repositori WordPress saja. Ini dia tampilannya:

Screenshot tampilan Jarambah riftom.com

Tampilan blog Jarambah

Kenapa blog jalan-jalan?

  1. Mbah Vicong suka mendokumentasikan kegiatan jalan-jalan yang dilakukannya.
  2. Beliau -dan juga saya-, suka memotret tempat-tempat yang dikunjungi.
  3. Tidak bisa dipungkiri, terinspirasi oleh beberapa travel blogger.

Kenapa dinamakan “Jarambah”?

Jarambah berasal dari istilah di Bahasa Sunda yang berarti memiliki sifat suka berpetualang atau senang bermain ke tempat yang jauh atau asing. Istilah ini biasanya lebih sering digunakan kepada anak-anak. Anak-anak yang jarambah biasanya suka bermain ke tempat yang jauh dan juga biasanya tidak minta izin atau bilang ke orang tuanya.  😀

Berdasarkan bahasa kirata (dikira-kira tapi nyata), jarambah ini bisa juga diartikan dari singkatan “jalan-jalan merambah“. Heheheh… ngga apa-apa lah ya ngarang sedikit…

Nah, kalau otak sudah penat dengan aktivitas rutin, berarti sudah saatnya kita berpetualang ke tempat baru. Ayo kita jarambah!!

Respons

Beri Respons